Cianjur Membawa Berkah.

Mumpung sekolah sedang libur, saatnya melekatkan tangan ke keyboard.

Beberapa minggu lalu gue dapet keberuntungan dari Tuhan. Namanya juga beruntung ya enggak tahu kan bakal turun ke orang ceking dan jomblo kayak gue ini.

Sesaat Pak Angga manggil gue di depan Lobi. Gue bergerak kebingungan nyamperin Pak Angga. Sesaat gue sampe didepan pak Angga, kita berdua terdiam lalu mulailah sedikit kata terucap dari mulut bapak.

"Tam nanti tanggal 28 April kamu jadi wakil LKS Matematika ya di Cianjur ?"

Gue shock, bulu hidung gue berdebar. Kenapa gue ? 

"Tapi pak, kan masih banyak yang pinter dan jago dibidang MTK dibanding saya ?"

Pak Angga lalu menutup pembicaraan dengan kata "Bapak sudah meamanahkan ke kamu, dan juga namamu sudah tercantum, jadi jangan lupa ya, 2 minggu lagi masih ada waktu buat belajar"

Pak Angga pun pergi dengan lurusnya, gue terdiam memandang lantai yang berbentuk persegi berwarna putih. Gue kebelet kencing.

Setelah dari toilet, gue masih berfikir lagi, begitu anehnya hari ini atau begitu beruntungnya hari ini buat gue ? Seolah-olah ada seorang bidadari menghapiri gue dan berkata "aku bareng kamu ya". Seberapa semerautnya hari ini, bagi gue hari ini romantis.  

Hari demi hari gue lewati dengan tangguhnya, gue kayak orang yang jago seketika, gue tidak merasakan aura sebagai orang ceking yang mempunyai status jomblo nista, kali ini badan gue begitu energik menyambut hari demi hari goes to Cianjur. Yang biasanya jam 08.30 gue udah molor dan tertidur pulas dikasur, kali ini sedikit gue lebihkan mata gue buat melek di jam 10.00 bahkan jam 11.00 alhasil disekitar mata gue terbulat lingkaran hitam, gue kekurangan tidur. Ibu gue juga sering banget teriak ke gue kalau gue tidur itu melebih jamnya bimbingan orangtua(BO). Tapi apa daya hanya ada waktu 2 minggu untuk memahami dasar dan memahami rumus matematika.

Kisi-kisi & Kopi
H-7. Gue semakin mateng, gue juga semakin ganteng sih (iya tahu gue ngaku-ngaku). Dalam soal Matematika menengah gue udah paham dan juga udah ready tapi kalau udah soal menuju susah dimengerti gue mulai pusing, hari demi hari gue konsul ke pak Angga, bapak cuman memberi materi yang buat fikiran gue membuat berfikir kembali. 

"Jadi itu rumusnya dapet darimana Tam?"
"Jadi kalau rumusnya begitu dasarnya dapet darimana ?"
Gue pun pingsan.

Trigonometri, Limit, Fungsi, Intergal, Kalkus, Vektor, Matriks, Persamaan, Pertidaksamaan, dan juga Geometeri jadi cemilan gue setiap hari. Kalkulator saat ini sebagai pembuat kepastian dalam hidup gue, apakah bener jawaban dari soal yang gue selesaikan.

Harinya datang, 28 April gue dipanggil ditengah lapang, bukan karena gue sebagai siswa yang bandel, tapi kali ini gue dipanggil begitu mengharukan. Gue dibariskan dengan jajaran orang-orang cerdas dan jenius di SMK. Gue hampir meneteskan air mata dan ingus, gue sedih, betapa beruntungnya gue kali ini. Gue merasa menjadi orang terganteng yang sedang menjadi model majalah Anak Muda yang sedang Trend .

Sebenernya lomba dimulai tanggal 30 April tapi karena cuman dan hanya gue doang yang lomba di Cianjur jadi gue dibarengi dengan orang-orang yang lomba di Sukabumi. Begitu senang dan GRATIS. Dikasih bekel 250k selama 3 hari, hotel dibayarin, makan dan jajan ditanggung guru. Betapa hebatnya dikala itu. Nginep di Hotel MaXone Sukabumi, untuk istirahat hari pertama, cewek Sukabumi buat gue betah. Ngomong begitu lemes, mengayun dan mendesah. Basa Sundanya begitu menyerap ketubuh ceking gue. Setelah nginep di Sukabumi, pagi harinya gue diasingkan ke Cianjur, Dinginnya parah, klimaks, kencing aja bisa jadi dingin, kalau malam mungkin bisa ngebeku. Mandi kalau enggak ada Hot Water nya mungkin gue udah mati kejang-kejang kedinginan. Gue nginep di Hotel Sangga Buana.

Penampakan di Hotel Sukabumi

Di hotel Sangga Buana gue sekamar dengan orang yang ikut lomba matematika juga. Dan ternyata mereka sama kayak gue enggak bisa diem, sama-sama bingung kenapa harus kita yang ngewakilin kabupatennya masing-masing. Walaupun baru kenal kita begitu dekat dan akrab, membahas rumus, membahas kabupatennya masing-masing, membahas Jomblo atau enggak (ternyata gue doang yang jomblo) dan membahas soal yang bakal keluar nanti. Hingga jam 11 malam percakapan kita terus berlanjut, hingga angin malam yang membisikan kita untuk tertidur pulas.

Penampakan Cianjur & Hotel Sangga Buana

30 April menyambut gue, seiring gue membuat personal message "slowly, i have bring my lucky" di BM. Gue lomba dengan sesederhananya gue. Soalnya begitu susah dipahami seperti kamu, iya kamu. Tapi satu hal yang gue sadar, kalau peserta yang lain juga pada kebingungan. Santai. Sehabis lomba Pilihan Ganda, gue pun istirahat ternyata cewek-cewek di Cianjur juga enggak kalah menarik, iya, menarik hati. Setelah istirahat, Lomba Essay dilanjutkan. Di essay lumayan gampang, gue rada mengerti soalnya, enggak kayak di PG tadi.

Alhamdulillah Lomba sudah dilaksanakan dengan santai dan percaya diri kalau jawabannya ada yang bener, iya, ADA, walaupun sedikit.

Di Sukabumi

Penampakan dibelakang Hotel

Besoknya gue prepare pulang ke rumah, Karawang. Pengumuman pun dipublikasikan, ternyata gue enggak dapat 3 besar, tapi alhamdulillah masuk 10 besar, dapet ke-4. Ke-4 dengan persiapan 2 minggu, barakallah banget. Setelah itu gue nyempetin buat beli oleh-oleh di Sukabumi, yaitu MOCI. Dan semua ditutup dengan tidur pulas sepanjang jalan kenangan di Cianjur. Indah.

Sedikit yang bisa gue rangkum dari cerita diatas. Jadi apakah kalian berfikir gue adalah orang yang pinter dan jago matematika ? Gue jawab TIDAK, gue sama seperti kalian, di SMP gue pernah kena remedial matematika beberapa kali, di SMK gue pernah kena remedial gara-gara dapat nilai 5. Apakah kalian berfikir kalau gue adalah anak guru matematika ? Gue jawab dengan tegas, TIDAK. Gue adalah anak seorang koki dan ibu rumah tangga. Apa yang buat ini begitu sempurna dan romantis untuk dikenang ? Yaitu keberuntungan, usaha dan do'a yang telah dipanjatkan kepadaNya.

di Iqro ya


Satu hal yang gue tahu. Keberuntungan datang disaat kesiapan dan kesempatan. Mungkin dikala itu gue sedang siap dan kesempatan itu lewat dengan cepatnya, dan gue pun berhasil menempati keberuntungan itu. Inget orang pinter kalah sama orang cerdas, orang cerdas kalah sama orang jenius, dan orang jenius kalah dengan orang beruntung.

Sekian. Tami :*


Comments

  1. "Keberuntungan datang disaat ada kesiapan dan kesempatan." Great!

    ReplyDelete
    Replies
    1. yaoi bah. bener-bener enggak nyangka waktu itu :D

      Delete
  2. closing statementnya iya banget tam!
    selamat yaa tamiii... moga nantinya bisa jadi ahli MTK kamu yaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah teh bisa nulis kata-kata itu padahal enggak kepikiran :D
      amin teh, makasih banyak ya :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pertemuan Yanto Budal

Bule dan Jomblo Kesasar.

Plaza Marseiles