Karakter Atau Prestasi

Breaks the rules, Follow your heart

Kata-kata keren diatas gue dapet dari bang Arief Muhammad.

Umur gue sekarang 16 tahun, gue adalah manusia yang belum ngerti peraturan dikala umur gue 13-14 tahun, iya dimasa dan dizaman itu peraturan di SMP gue dulu itu sudah menjadi makanan basi yang bakal gue ludahi setiap hari.
Baju harus rapih
Celana harus rapih
Rambut harus rapih
Upil harus rapih.

Peraturan diataslah yang sering terbayang dan teringat dalam benak-fikiran gue. Di SMP gue bukanlah orang bener yang selalu patuh dengan peraturan semacam itu, baju sering dikeluarin, celana sering di skinny kayak zaman sekarang, rambut pernah di Mohawk salah gaul yang berakhir menjadi cepak seperti tukul. Mengingat masa lalu itu memang sering ketawa-ketawa sendiri, kadang juga bisa bikin nangis kalau inget kamu, kadang juga bisa bikin kangen yang tak terhingga, apalagi kalau inget pernah bolos bareng temen-temen buat main games point-blank. Games yang buat gue gagal buat masuk timnas basket dan juga games yang telah menghabiskan uang lebaran gue, padahal waktu itu uang lebaran gue terbilang lumayan banyak buat traktir 3 selingkuhan dan 2 gebetan.

Menyetil judul yang diatas.

Mungkin sekarang gue udah menginjak dimana usia para remaja yang sedang bergaya menjadi dewasa. Iya, SMK. Gue berubah drastic di SMK,  gue jadi ketua murid di kelas, ikut OSIS, ikut banyak organisasi, tiba-tiba dapet prestasi. Tuhan memang mempunyai rencana untuk hambanya. Sedikit yang gue tahu dari kepribadian aneh gue di SMK sekarang, gue sekarang ninggalin yang namanya peraturan dan aturan yang bukan “gue”, maksudnya disini, gue udah enggak kayak SMP dulu, gue sekarang mematuhi peraturan sekolah, tapi gue enggak mematuhi system peraturan pemerintah akan mata pelajaran yang super duper banyak di sekolah, yang harus memberi kita asupan belajar sekian menit, harus menghafal untuk bisa memahami, terus juga harus pinter di semua bidang. Ini bagaikan manusia yang harus mempunyai sifat amfibi.

Detik demi detik gue mulai mencari makna “who am i ?” dikala itu. Yaps, siapa gue ? apa yang gue cari di dunia yang penuh persaingan kreativitas ini.

Gue mulai meninggalkan hal yang menurut gue kurang penting. Kita harus ngelerain salah satu. Dalam setiap pelajaran, ada aja salah satu pelajaran yang gue enggak ngerti dan malah focus ke pelajaran yang lain. Gue sekarang mulai mengerti apa makna dari follow your heart . Kumis tebel gue ini sebagai bukti kalau gue sekarang udah masuk masa puber, mulai cari jati diri dan juga mandiri. Toh dikuliah nanti kita bakal focus ke satu bidang aja kan, enggak semua bidang kita cemil dan makan. Bukannya kita kehausan ilmu atau rakus akan ilmu. Gue pernah denger cerita dari temen gue, temen gue dari temennya lagi. Kalau di Finlandia adalah system pembelajaran terbaik di Dunia. Karena apa ? mereka memakai waktu untuk belajar lebih sedikit. Mereka tidak terlalu banyak materi dan juga mata pelajaran. Mereka lebih memfokuskan anak hanya ke beberapa bidang pelajaran. Dan jam belajar mereka pun sedikit..

Sungguh disayangkan jika kita melihat ke Indonesia tercinta ini, bagaimana siswa bisa menerapkan pelajaran dengan baik dalam kehidupan sehari-hari kalau 15 pelajaran dalam seminggu itu dijejel ke otak kita ? belum lagi pekerjaan rumah, belum lagi pre-test, belum lagi ulangan. Kita ini manusia.
Bukan benci yang ingin teruucap dari mulut tentang pembelajaran di Indonesia. Coba deh gini, lo pernah denger enggak, ada peserta UN SMA enggak lulus padahal dia juara olimpiade fisika, pernah enggak ? Jujur gue pernah denger cerita itu. Nih baca ceritanya Dan itu bikin hati cenat-cenut enggak menentu, kok bisa ya ? Padahal dia sudah memberi prestasi terhadap negara dengan menjadi juara olimpiade. Jadi selama 12 tahun dia belajar di SMA itu enggak ada gunanya, cuman sia-sia doang. Maybe, he has give the best for him city or country. Apakah memang kita dididik selama 12 tahun hanya untuk pembinaan karakter atau hanya untuk memberi prestasi. Kalau hanya memberi prestasi, kenapa dia enggak lulus ?

So, I just to share my opinion. Makanya, dari itu kita semua harus sanggup dan nyari kalau kita hebat dibidang mana, keluti bidang tersebut selama 4 sampai 5 tahun. Semakin lama dikeluti, semakin jago juga kita dalam bidang tersebut. Kita harus peka juga sama pribadi kita, sebenernya kita itu jago di bidang apa ? harus bagaimana ?



And the last, Let’s follow your heart ! Hati adalah tempat dimana kamu harus mengalahkan ego dan pikiran. Kreatiftias akan menjadi pembeda kita dengan orang lain. Karakter menjadi pertahanan kuat untuk bersosialisasi di masyarakat. Dan Prestasi akan membuat orang terkagum-kagum akan hal tentang kita. Jadi Pilih yang mana ?

Comments

  1. Wah keren gan,infonya bermanfaat :)

    ReplyDelete
  2. bgus banget bang... lanjutin tuh

    ReplyDelete
  3. follow your heart, kalo ga di folback, unfollow aja :D

    ReplyDelete
  4. Hmm... negara yg dijuluki memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia itu setau saya Finlandia, Tam. Klo Filipina sh EDInya aja msh lbih baik Indonesia :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah masuk saya itu pak, sudah diganti kok pak :D

      Delete
  5. Ada benernya juga tam yg lu bilang. Tapi coba deh lu liat Ibnu Sina

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pertemuan Yanto Budal

Awal & Kamboja

Kamu Diculik Alien?