Posts

Showing posts from November, 2017

20 Tahun yang Lalu

20 tahun yang lalu Pada hari ini, tuan, puan aku ingin memperkenalkan sekitarku yang sekarang sedang bersamaku di umur yang meraih kepala dua. Di ruang senat atau biasa kau sebut organisasi mahasiswa, aku sedang berempat dengan Bang Doyok, manusia seperti manusia biasa saja yang banyak membawa hijau dikantungnya, kemana-mana ia akan bertemu banyak teman mempermudahkanya dalam transaksi, sering kami bilang bahwa ia adalah sales executive pada penghijauan yang berhalusinasi, wajahnya selalu merasa kantuk, mata beratnya berbentuk hitam pekat dibawahnya, seperti kantung kangguru yang sudah bablas, hampir jebol. Di sampingku, aku bersama mahkluk hidup, bernama Arcel, ia Ketua senat mahasiswa kami, wajahnya mirip sekali Mr. Bean jikalau sedang tersenyum lebar macam  orang tak bersalah dan tak tahu apa-apa, kami sering kesal dengan apa yang membuat wajah Arcel macam itu, kenapa harus begitu wajahnya? O, aku lupa, itu kan perpaduan orang tuanya, biarlah urusan mereka. Sebab wajah juga cip

Sesekali Menulis Jakarta

Image
“ Ayok, bang, 2 jam di mobil, 500rb aja ”  itu adalah tukang gojek dibelakangku, yang barusan menawarkan cewek sewaan di Jakarta. Oh, kawan tentu aku akan ditawarkan seperti itu, sebab ini sudah jam 1 malam, maksudku pagi. Sebentar lagi kau akan lihat ada ayam berkokok, ada akan adzan, ada matahari yang mulai muncul. Tapi itu adalah aku dan kawan-kawanku, yang sedang mencoba membuat malam lebih inovatif dari biasanya, ya kami berlima coba JJM(Jalan-jalan Malam) di Jakarta. Rutenya adalah mengikuti arah angin, dan kemauan Arif, teman sekelasku membawa kami kemana saja ia mau. Sebab ia adalah kuncen Jakarta, yang berdiam di utaranya Jakarta, wilayah Jakarta paling ngeri. Sehabis makan nasi perang di daerah tanah tinggi, yang bisa dibilang daerah penuh dengan kepadatan penduduk macam semut bertumpuk-tumpuk berusaha ambil gula di atas meja, disana kalau kau keluar rumah pasti akan ada sepeda yang teriak “misi dong bang” karena sempitnya jalan, O, Jakarta kenapa marak sekali manusia