Posts

Showing posts from August, 2018

Percakapan Asing

Image
Itu adalah aku di dalam busway, sumpek, padat, semua tumpah ruah dari berbagai warna kulit, model rambut, bola mata, hingga hal paling tak penting sekalipun. semua beraneka ragam dalam busway pagi ini, dan aku disana dengan bersender pada tiang, samping kursi prioritas namun tak diisi oleh prioritas malah diisi oleh wanita muda mungkin sebaya denganku, sedangkan di belakangku ada lelaki tua, putih mendominasi seluruh rambut di kepalanya, dan kulit-kulit pada wajahnya sudah mulai melar. Bapak disampingku menawarkan supaya ia duduk, tapi katanya "tak usah saya masih kuat", dan aku mulai berburuk sangka, mungkin ia tidak enak kepada yang sedang duduk di kursi prioritas adalah perempuan, mungkin ia ingat putrinya, atau kemungkinan lainnya. seharusnya kursi prioritas diisi oleh ibu hamil, ibu membawa anak kecil, lansia, dalam keadaan sakit, atau keterbatasan fisik. Sedangkan ruang khusus wanita sudah disediakan di bagian depan busway. aku kurang suka jika hak prioritas selalu didu

Kepulangan Adalah Berbahagia

Image
Larasati, kau sudah perlahan lupa, bukan? tentang sore dimana kau duduk di beranda ini hanya untuk memerhatikan sore, apa masih seperti pada tahun 1988 atau sekarang sudah lebih mendominasi jingganya. Larasati, apa kau sudah semenua ini, seseolah ada bocah kecil berlari kesana-kemari, meanggil namamu dengan sapaan awal 'nek', bocah itu menghampirimu dan kau peluk untuk menicum pipi mungilnya. oh, larasati itukah masa tua yang kau idamkan pada lalu lalang masa-masa mtangmu dulu. Sebab pada beranda sore ini, kau hanya termenung, diatas sofa dengan penuh busa berdebu, jangan-jangan kau sedang mengingat pada hari apa pacarmu kencan kesini, membawakan martabak buatan Terang Bulan yang saat itu larisnya minta ampun, martabak itu pula sebagai alat menyogok ibu agar pacarmu bisa membawamu keluar malam hari. dan setelah diizinkan, ia, pacarmu itu mengajakmu pergi ke pasar malam, ada bianglala disana, ada komidi putar yang kau selalu nantikan, orkes semua diorbitkan sebagai dendangan pen