Percakapan Asing

Itu adalah aku di dalam busway, sumpek, padat, semua tumpah ruah dari berbagai warna kulit, model rambut, bola mata, hingga hal paling tak penting sekalipun. semua beraneka ragam dalam busway pagi ini, dan aku disana dengan bersender pada tiang, samping kursi prioritas namun tak diisi oleh prioritas malah diisi oleh wanita muda mungkin sebaya denganku, sedangkan di belakangku ada lelaki tua, putih mendominasi seluruh rambut di kepalanya, dan kulit-kulit pada wajahnya sudah mulai melar. Bapak disampingku menawarkan supaya ia duduk, tapi katanya "tak usah saya masih kuat", dan aku mulai berburuk sangka, mungkin ia tidak enak kepada yang sedang duduk di kursi prioritas adalah perempuan, mungkin ia ingat putrinya, atau kemungkinan lainnya. seharusnya kursi prioritas diisi oleh ibu hamil, ibu membawa anak kecil, lansia, dalam keadaan sakit, atau keterbatasan fisik. Sedangkan ruang khusus wanita sudah disediakan di bagian depan busway. aku kurang suka jika hak prioritas selalu diduduki oleh wanita yang masih muda, tapi menelantarkan hak paten si yang punya priorits. heuheheuh.

Tapi itu pagi masih bagus, tidak baik pula, aku marah-marah, gak penting juga kalu aku marah tapi dianya tidak sadar. busway tujuan Tugas-Gorgol padat sekali hari ini, apa mungkin setiap hari padat, ya? atau mungkin hanya mulai padat dari jam 8-9 saja? sebab aku lebih sering berangkat siang: telat. karena sulit sekali bangun pagi. aku adalah manusia deadliner, suka ngaret sekali, injury time selalu memberi fantasi sendiri, seakan selalu ada backsound terburu-buru macam film action kalau sudah ngaret, dan hari ini pun aku begitu, karena jadwal kantor di tempat magang akan pulang lebih cepat, jadi jam masuk dimajukan lebih awal, yaitu jam 9. Tetapi diriku baru memulai aktivitas mandi, bengong, serta sarapan pagi pada jam 8.15, sedangkan kurasi waktu dari kosanku di rawamangun ke sudirman itu sekitar 35 menit kalau tidak macet heuheu. ini benar-benar dilema di ujung pagi yang malas.

sampai di halte busway UNJ, aku melihat hiruk pikuk manusia yang sudah ngantri padat pada slot tujuan akhir grogol, dan sudah kupastikan busway menuju arah Grogol pasti penuh dan desak-desakan. salah satu yang harus dilakukan adalah menaiki busway arah Tugas untuk menuju halte busway sebelumnya, ide ini muncul ketika mbak memakai baju merah muda, kerudung putih menaiki busway menuju Tugas sedangkan daritadi ia menunggu di slot Grogol. lalu ketika ia pergi, aku mengikuti, tetapi dia hanya berhenti pada halte Sunan Giri, aku tetap melanjutkan ke arah Veledrome supaya dapet senggang dan tak ada antrian. benar saja, aku mendapatkan kesenggangan yang leluasa di Veledrome dan menemui mbaknya di dalam busway untuk memulai percakapn asing

"ternyata saya duluan lho mba" kataku memulai

"ehh" dia mulai kaget, karena tidak mengenal siapa lawan bicaranya "iya mas".

"mbak pinter juga ya, briliaan, belajar dari mana yang begini-begini?"

"apanya yang begini-begini mas?" dia mulai linglung

"trik supaya dapet slot yang kosong kalau naik ke arah grogol"

"ohh, iya tadi on the spot aja, tiba-tiba kepikiran, kenapa kalau gak begini ya?"

"begini apa mbak?" kataku sambil tertawa

"trik ini maksudnya mas"

'"ohh"

lalu kami diam, dan penumpang mulai masuk, dan semakin padat, si Mbak bergerak lebih ke arah ruang khusus wanita, mungkin karena ia risih juga dengan kedatangan pertanyaan percakapn dariku, atau entahlah mungkin harus menuju kesana saja kali supaya berada pada titik aman sebagaiman wanita lainnya.



tapi pemandangan paling menakjubkan pagi ini adalah lelaki yang memakai topi di depanku, membawa tas punggung Adidas namun dibalik memakainya, bukan di punggung melainkan di dadanya, mungkin itu adalah cara dia supaya tak kecopetan, memakai earphone hitam, mempunyai bewok tipis, gagah dan beralis tebal. sudah bisa di nilai ini adalah gambaran komplit lelaki di mata perempuan. tapi ketika ia sedang membuka handphonenya, kucuri pandang untuk melihat ke arah handphone itu. Dan lihat apa yang sedang dimainkan! JOOX Music! bukan rock, jazz, R&B atau soul yang sepantas dengan penampilannya tetapi playlist Tata Janeta dengan Sang Penggodanya. aduhai, bukan hanya itu, sekarang lihat! ia mulai menaikturunkan kepalanya, seakan menikmati musik itu, dan matanya mulai hidup lirik kanan kiri bak sedang menonton pentas. Imajinasinya mulai bernapas akan Tata Janeta.

--

tapi itu adalah Jakarta yang hangat, pagi menjadi baik ketika aku menciptakan segala sesuatunya dengan baik, bahkan kau lihat itu angkasa pada semesta, langitnya sedang bagus, awan pun baru datang ramai-ramai bersama kolega-koleganya untuk mulai mendominasi langit. tapi sayang kamu gak disana, padahal aku ingin.

Comments

  1. Selalu suka sama semua tulisan atau cerita menyoal hiruk pikuk Jakarta versi detail super zoom in in gini :)

    ReplyDelete
  2. Buruan Kesini Dapatkan Tips Dan Triks Cara Bermain, Gabung Situs Rekomendasi Di Daftar Agen Bola Terpercaya Yang Terpopuler Dan Nikmati promo Bonus Disini, Menangkan Jutaan Rupiah Di Situs Poker IDN Uang Asli. Sebelum Bergabung Bermain Slot Machine Kamu Bisa Disini Trial Mesin Slot Sebelum Bergabung di situs Judi Populer Kamu. Daftar Agen Bola Terbaik.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pertemuan Yanto Budal

Awal & Kamboja

Kamu Diculik Alien?