Halo

Inhale. Exhale.Growl!

Rasa-rasanya gak perlu lagi dijelasin apa yang terjadi di 2020. Line Today, Vice Indonesia, Kumparan ataupun media buzzer lainya sudah meringkasnya dengan baik. Hmmm, setelah 7 bulan belum berani untuk nulis blog, kali ini mari kita coba lagi. Banyak cerita yang mau disampaikan tapi semuanya kadang cuma mentok di lembar putih Ms.Word aja. Dewasa ini, aku jadi setuju kenapa Tobias Van Schenider bilang “Routine kills creativity”. Balada harian jadi pekerja membuat diri jadi melakukan aktivitas yang itu-itu aja dan malas coba hal baru lainnya. Mengais validasi saban hari, bangun kepagian, mandi kesiangan, sarapan kekenyangan dan pelbagai hal lainya. Harusnya aku masih punya opsi untuk tetap hidup dengan mencari value di dalamnya. Tapi, pemikiran yang barusan bisa direalisasikan kalau banyak duit, kenyataannya kita butuh pekerjaan dan keamanan finansial setiap bulannya untuk tetap hidup. Uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang. Sedikit menyebalkan.

Sejumlah peristiwa yang terjadi di 2020 berdampak besar untuk ketahanan hidup. Tapi masih bisa bertahan dan lihat matahari terbit di tahun 2021 juga sebuah keajaiban. Kita selamat dari berjubel-jubel angka yang terpapar Covid-19. Nasib masih berkawan baik. Al-fatehah bagi semua yang terpapar, berpulang dan berjuang di garda terdepan. Semoga lekas membaik dunia. Maka dari itu mungkin banyak langkah-langkah yang aku inginkan belum tercapai tahun lalu tapi bukan patokan untuk menandai diri kalah dalam berperang, resolusi nampaknya cuma doa dan juga ilusi bagiku. Karena sedikit langkah yang sudah tercapai pun aku malah gak peduli akan itu. Ini adalah sebuah kebobrokan. Yok 2021 lebih bersyukur akan ini. 

Sejujurnya masih belum tahu mau nulis apa. Kalau lihat di arsip blog ini ada beberapa cerpen yang sudah kutulis tapi belum berani untuk mempublishnya dikarenakan ceritanya masih ngawur dan tata bahasanya ngelantur. Maklum nulis seenaknya dan melakukan kebohongan di dalam cerpen itu adalah hal yang menyenangkan. Tahun lalu juga banyak menghabiskan waktu di kamar, menghabiskan tontonan netflix berseri-seri, membaca beberapa buku yang cuma dibeli tapi lupa dibaca, atau mencoba rutinitas baru yaitu belajar gitar lagi hahahah. Sebentar, aku lagi merem dan tiba-tiba ingat Hidup sekarang dalam genggaman, bro! Begitu kata slogan yang selalu menasbihkan milenial sebagai underline dan cetak tebalnya



Ah, sudah ya segini dulu. Mengawali tahun dengan memberi sedikit tulisan lebih amboi daripada keasyikan nulis tapi gak konsisten. Semoga 2 minggu kemudian udah keluar tulisan baru lagi. Btw, aku sekarang ganti domain ke aburizalkhatami.com supaya lebih asik. Satu hal yang tiba-tiba teringat semacam wangsit ataupun wahyu, harusnya aku kembali ke akar saja ya, yaitu menulis untuk tidak lupa. Seperti tagline blogku ini. Iya, harusnya aku menulis lagi. Kebosanan yang tadi kuceritakan di atas melahirkan sebab yang amat pasti, yaitu karena akunya sedang membosakan (mungkin). Dengan menulis semoga dapat meningkatkan kembali Dopamine dan Endorphin. Semoga! 

Comments

Popular posts from this blog

Pertemuan Yanto Budal

Plaza Marseiles

You Must Be Strong, Brother