Kamu Diculik Alien?

Dari Afjar Subgandi, 

Qorun hilang karena tenggelam oleh hartanya sebab tamak dan lupa diri. Michael C. Rockefeller hilang saat melakukan dokumentasi, perahu kanonya tenggelam saat berpapasan dengan Suku Asmat. Tapi, kamu hilang, dengan tanpa sebab. Ini apa sih tujuan kamu? Apa ada dari cita-cita masa kecilmu untuk hilang dan meninggalkan sebuah perasaan yang telah kau bangun megah pada orang diluar diri kamu? Kamu hilang setelah percakapan-percakapan panjang kita yang kukira semuanya nampak berjalan sesuai rencana. Tak ada satu katapun olehku yang melenceng dari kamus besar bahasa Indonesia dan melukai hatimu, bukan? Apa salah aku, puan? Atau tertawaku terlalu kencang setiap kali kita telfonan menuju malam, sehingga membuatmu sedikit antipati dan memilih untuk menjauh, bahkan bukan menjauh. Kamu hilang! Wiji tukul, Suyat, dan Yani Afri semuanya hilang sebab melawan rezim. Kamu hilang sebab melawan nasib ketika mengenalku. Padahal peretemuan-pertemuan kita semuanya berjalan dengan baik. Sempurna. Masihku ingat, aku datang memakai kaos The Smashing Pumpkins dan memesan satu mocktail strawberry dengan lapisan sirup merah dipinggir gelasnya sehabis menjemputmu. Lalu kau duduk disana dengan sweater jingga dan menaruh tas selendang hitammu di atas meja tepat depanku. Itu tampak sempurna. Paripurna sekali perasaanku kali itu, aku kembali kepada asmaraku yang hilang sekian tahun. Bicara kita bukan cuma-cuma, tapi melibihi dari wejangan teman kepada teman baiknya.

    Padahal kita sudah setuju bahwa Sartre dan Simon itu bukan tentang kumpul kebo di Paris, tapi tentang istilah samenleven bahwa hidup bersama dan tidak terbatas hanya untuk pasangan yang hidup bersama tanpa menikah, ras-ras berbeda yang hidup dalam suatu negara juga disebut samenleven. Komentar romantis kita waktu itu “Mereka yang mati tanpa menikah”. Kita juga dengan vandal menentang Lennon yang bercuat “Life is what happens to you while you're busy making other plans” kita sama-sama membual, bacotlah lennon tahu apa kamu tentang hidup, Barat tak pernah mengenal tradisi kehabisan uang dan harus bertahan hidup di akhir bulan tanpa mabok dan kecanduan narkoba. Kita sudah meyakini jikalau Joseph Stalin kecil diizinkan masuk sekolah kesenian di daerah Charkviani sesuai keinginannya tanpa harus dipaksa masuk Gori Church School oleh ayahnya mungkin ia tak akan pernah tahu tentang paham Marxisme dan namanya jikalau dikenang sekarang akan bersanding dengan Vincent van Gogh, Pablo Picasso, atau Claude Monet. Tentunya kita sedikit tertawa sebab jarang seniman Rusia terkenal. Kita sudah setuju bahwa Animal Farm bukan hanya menggambarkan tentang politik Rusia, tentang Leon Trotsky yang dianugerahi diplomatis ulung Vyacheslav Molotov yang masing-masing digambarkan sebagai Snowball dan Squealer. Tapi tentang semua bendera, yang kini teramat jelas transparansi kerahasia-rahasiaan negara selalu terdepak ketahuan menjadi bahan baku cibiran oleh rakyat. Puan, kita sudah setuju akan itu semua. Salah aku apa? Tolong jelaskan dengan gamlang. Demi dinasaurus, tai kucing! Pikiranku penuh tanya dan kehabisan akal menerka itu. Aku senewen tanpa ampun.

 

Ilustrasi oleh Penulis

    Suatu haru aku pernah berpikir. Apakah kamu tertelan bumi atau sedang diculik alien? Sebuah konspirasi yang biasa disajikan oleh kanal-kanal youtube pernah juga kumasukan dalam teoriku waktu kamu hilang dari permukaan percakapan saban hari kita. Mungkin hari setelah kita bertemu di sebuah cafe perempatan dekat bundaran kota itu, alien sudah memantaumu, mungkin Ia cemburu dengan hari itu kamu yang begitu senang bersamaku. Bercerita tanpa ampun dan mencuri-curi pandang setiap kali aku kehilangan suasana. Alien itu dengan lihai mendengar percakapan kita juga, mungkin Ia bersal dari Mars atau Uranus, atau mungkin yang terkecil MakeMake (Dwarf Planet). Disana sudah terbuat alat super ajaib untuk menguping percakapan kita berdua. Lalu sesudah jam 10 tiba dan saat aku mengantarmu pulang, diatas motor berdua menuju rumah. Alien itu berada dibawah tanah, iya, di lapisan tanah yang biasa Kang Gali sumur ngebor. Sumpah, mereka semua punya segudang alasan dan cara untuk tidak ingin kita bersama. Sesudah kau di rumah, dan aku minggat pamit pulang. Alien itu beraksi. Ia masuk kedalam rumahmu dengan teliti, melalui kis-kisi jendela, keset rumahmu yang hitam dengan logo Marvel tak tergerak sedikit pun, macam hantu Ia masuk tanpa ada aba-aba. Lewat dapurmu dan ruang tamumu, yang waktu itu kau jamu aku disana untuk menanyakan suka Milo dingin gak? Atau mau Sprite? tentu sebagai tamu aku selalu jawab air putih saja, dan tentu sebagai tuan rumah kau sajikan ketiga minuman tersebut itu. Alien itu lalu mengendus, mencoba menghirup jejak terakhir parfume-mu. Dan taraaa! Ia berhasil menemukanmu di kamar. Dengan alat ajaibnya Ia mengantongimu macam kantong Santa Claus yang besar itu, kau diculik ke planetnya. Dalam semalam, Alien bajingan ini mencuci otakmu. Ia mempunyai program untuk melupakan daya ingat manusia hanya dalam semalam. Dan salah satunya yang menjadi Core dalam pencucian otak itu, adalah kenanganmu bersamaku. Ia hapus, bukan hanya masuk dalam recyle bin tapi ia hapus untuk selamanya. Dan menjadikanmu seperti ini sekarang. Tai kucing! Alien bajingan!

    Sampai pada permukaan whatsapp atau line yang biasa kita gunakan. Namamu sudah tak lagi berada dalam posisi puncak. Bahkan last seenmu hilang, sehingga aku tak tahu kapan terakhir kau membuka obrolan. Kau hilang, puan. Hai dengan sejuta huruf i yang panjang sudah kutasbihkan, kurang tertarik apa aku denganmu. Nama lengkapmu kuhafal dalam kepalaku dan kulesatkan supaya kau kaget kenapa kau bisa tahu nama lengkapku, padahal Facebook membantu akan itu. Semua jurus telah kulakukan, kucoba bahas topik terakhir di cafe itu, berdoa kau masih mengingatnya. Tapi tak ada satu pun balasan, bahkan centang tetap menjadi abu-abu. Tanpa biru laut seperti biasanya. Ironi. Kamu hilang, ingin rasanya aku tempel pamflet macam komik One Pieace, dengan tulisan yang bukan Wanted melainkan Missing. 

    Dewasa ini aku paham istilahnya, thread Twitter ramai membahasnya. Bahkan remaja membludak memakai maknanya supaya terlihat edgy. Ghosting. Seperti Arctic Monkey pada lirik Cornerstone “She was close, close enough to be your ghost. Tell me where's your hiding place, i'm worried I'll forget your face and I've asked everyone. I'm beginning to think I imagined you all along

    Semoga dugaanku tentang alien hanyalah bualan dan kau baik-baik saja.

Comments

Popular posts from this blog

Pertemuan Yanto Budal

Plaza Marseiles

You Must Be Strong, Brother