Keroh

Gelap tak mengambil mereka berdua malam ini. Saat mereka saling mendekap mesra di sela kedua tubuh yang berhimpitan, mereka melihat terang yang baru. Kemudian, helai pakaian terlepas berjatuhan ke lantai. Si lelaki merasa dirinya Adam yang baru saja diciptakan dan si perempuan menjelma Hawa yang telah lama ditunggu. Pasangan pasutri itu saling mendorong tubuh. Menabrak, menjatuhkan, bahkan memecahkan benda yang tak bertuan di sana. Mencari-cari tombol lampu di tepian tembok kamar. Sesudahnya adalah ibadah panjang tak tertangguhkan.

*****

Ia bisa melihat sinar matahari menciumi kulitnya yang langsat. Kokok ayam berderai-derai lebih dini dari biasanya. Dan satu pesan baru saja masuk ke gawainya “Aku akan pulang lusa, sudah dapat tiketnya”. Hampir  26 bulan suaminya bekerja di Vietnam, menjadi buruh sortir surat- menyurat pemerintahan di KBRI. Setelah 2 tahun dikontrak oleh instansi dan tak diizikan pulang. Akhirnya, ia diangkat menjadi karyawan tetap di sana. Setelah perayaan besar bersama teman kantor, membeli bir dan pizza seperti biasanya. Ia segera memesan tiket untuk pulang. Bertemu istrinya.

Sang istri telah lama menunggunya pulang. Malam terasa dingin dan angkuh tanpa kehadiran suaminya. Walau setiap malam suaminya menghubungi lewat telfon, namun tetap saja tak ada yang bisa menggantikan pertemuan dan pelukan hangat. Si istri bekerja di perusahaan swasta sebagai data analyst, sehingga tiap harinya selalu disibukan dengan bekerja dan bekerja. Dan itu membuat suaminya yakin bahwa tidak ada kesempatan istrinya bermian belakang. Begitu pula dirinya, di Vietnam, ia hanya menghabiskan banyak sabun untuk memuncratakan pelornya jika ia tak tahan.

Jika akhir bulan tiba, teman-temannya selalu mengajak untuk mengujungi rumah bordil ternama di daerah mereka bekerja. Mereka memastikan rumah brodil itu aman dan bersih. Sebab sebulan sekali selalu ada pemeriksaan dan dokter datang ke sana. Tapi, ia mengelos dan menaikan tangannya bagaikan mengusir. “Aku sudah punya bini dan aku disumpah untuk itu”.
“Aku akan mengambil cuti, dua minggu ke depan menemui istriku”. Kata suami kepada pegawai semejanya.

Pesawat membawanya terbang dan pulang dengan selamat sampai bandara. Sesampainya dibandara, si istri sudah di sana. Ia tak segan-segan memeluk suaminya erat-erat dan mencium bibirnya. Wajar saja itu terjadi, ini adalah kepulangan dari perpisahan pertama mereka setelah menikah.

Mereka bercerita tentang pelbagai hal. Dua tahun lebih bukanlah waktu yang sebentar. Hanya berjarak 5 bulan setelah perkawinan mereka ketika si suami lolos tes untuk bekerja di KBRI Vietnam. 

Si istri berbicara banyak hal, terutama tentang ia dipromosikan menjadi data manager di perusahaanya. Ia telah menyiapkan ini sejak lama. Menyusun lembar presentasi tentang performa dan data yang ia rangkum sedemikan rupa. Ia amat sangat yakin, kali ini ia berhasil naik jabatan. Sebab bukanlah hal yang mudah, beberapa temannya pun ikut dipromosikan. Dan ia harus bersaing untuk itu.

“Babi di Vietnam, enak sekali” Kata suaminya.

“Kelak kamu mengambil cuti, kita akan ke sana dan mencobanya”. Tambahnya.

Ia lebih banyak bercerita pengalamannya di Vietnam. Sebenarnya tak begitu banyak kultur yang berbeda dengan Indonesia, sebab masih Asia Tenggara. Ia cukup Bahagia di sana. Tentu, akan lebih bahagia lagi jika istrinya di sana.

Malam ini menjadi berbeda. Sebab mereka merasakan lagi makna pasutri. Dan tak banyak basa-basi, itulah malam mereka merasa seperti Adam dan Hawa, setelah sekian lama akhirnya mereka melakukan ibadah yang intim. Semuanya nampak seperti amarah. Juga rindu yang ganas dan harus dituntaskan. 

Hingga sampai pada satu pagi, si istri izin berangkat kerja ke kantor, ia enggan mengambil cuti, sebab untuk hari ini ia akan melakukan promosi presentasi naik jabatan. Suami mengizinkan. Saat istri berangkat kerja dan suami masuk ke kamar, berniat mengganti pakaian, ia membuka lemari. Semuanya nampak biasa saja. Sampai ia dapati suatu celana dengan ukuran yang sedikit kelonggaran, ia mencoba menerka-nerka dengan meyakinkan diri apakah ini punyanya, bahkan ia rela mencium aroma celana itu, dan wanginya sangat berbeda. Ia mahfum, ini bukan miliknya.

*****

Polisi datang ke rumah korban pukul delapan malam. Sekitar perumahan itu menjadi sangat ramai oleh masa yang penasaran apakah yang terjadi di sana. Seorang bercerita, ada wanita terbunuh tapi tanpa kedua bola mata dan lidah. Pelaku belum juga ditemukan. Ada dugaan, ia kabur melarikan diri dari Jakarta.




*****

Si suami mendarat kembali ke Vietnam. Kali ini, ia sangat bahagia, sebab ia bersama istrinya. Ia langsung mengunjungi kedai babi terenak di kota itu. 

“Gimana sayang, Vietnam indah bukan? Sekarang kau coba daging babi ini, seperti yang kuceritakan ini lebih lezat dari daging babi mana pun di dunia.”

Kata si suami sambil mengeluarkan sesuatu dari tasnya.


Comments

Popular posts from this blog

Awal & Kamboja

Kamu Diculik Alien?

Pertemuan Yanto Budal